Surabaya menjadi tuan rumah rangkaian kegiatan Jejaring Perguruan Tinggi Nusantara (NUNI) 2026 pada 10–14 Oktober 2026. Universitas Surabaya (Ubaya) menjadi penyelenggara tuan rumah dalam agenda yang mempertemukan perwakilan 18 perguruan tinggi anggota NUNI.
Agenda utama, yaitu Presidential Forum dan Annual Meeting, berlangsung pada 13–14 Oktober 2026. Forum tersebut mengarahkan perhatian pada penguatan kolaborasi riset dan inovasi antarkampus agar pendidikan tinggi dapat berkontribusi lebih besar dalam menjawab persoalan nyata di masyarakat.
Tema yang diangkat ialah “Driving Sustainable Development Goals (SDGs): Shaping Sustainable Urban Village, Healthy Living, and Green Innovation for Resilient Communities”. Tema ini menempatkan tujuan pembangunan berkelanjutan sebagai kerangka pembahasan, dengan perhatian pada kelurahan perkotaan yang berkelanjutan, kehidupan sehat, inovasi hijau, serta ketangguhan masyarakat.
Kolaborasi riset menjadi fokus forum
Dalam NUNI 2026 di Surabaya, kolaborasi riset menjadi salah satu pembahasan penting. Perguruan tinggi didorong untuk tidak berhenti pada pengembangan pengetahuan di lingkungan akademik, tetapi juga mengarahkan hasil riset pada kebutuhan masyarakat.
Persoalan yang dibahas mencakup keberlanjutan, ekonomi, inklusivitas, kesenjangan sosial, dan dampak teknologi baru. Beragam isu tersebut membutuhkan kerja sama lintas keahlian dan lintas institusi karena memiliki dimensi sosial, lingkungan, kesehatan, serta teknologi yang saling berkaitan.
Melalui forum pimpinan perguruan tinggi, NUNI mendorong terbentuknya kerja sama yang dapat mempertemukan kapasitas riset dari berbagai anggota jejaring. Kolaborasi semacam ini diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang lebih relevan terhadap persoalan di lapangan sekaligus memperkuat daya saing pendidikan tinggi Indonesia.
Forum juga menegaskan pentingnya melihat pembangunan berkelanjutan secara menyeluruh. Pengembangan wilayah perkotaan, misalnya, tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik, tetapi juga menyangkut kesehatan, akses yang inklusif, pengurangan kesenjangan, dan kesiapan masyarakat menghadapi perubahan teknologi.
Rangkaian kegiatan diawali Student Camp
Sebelum Presidential Forum dan Annual Meeting berlangsung, rangkaian NUNI 2026 diawali dengan Student Camp. Kegiatan ini digelar pada 10–13 Oktober 2026 di Ubaya Training Center, Trawas, dan melibatkan mahasiswa dari 15 perguruan tinggi.
Student Camp menjadi bagian dari rangkaian jejaring yang memberi ruang bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk terlibat dalam agenda NUNI. Kehadiran mahasiswa melengkapi pertemuan pimpinan kampus yang berlangsung pada 13–14 Oktober 2026.
Dengan melibatkan mahasiswa, rangkaian NUNI 2026 memperlihatkan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi tidak hanya dibangun pada tingkat kelembagaan. Jejaring juga mencakup pengalaman dan interaksi akademik yang dapat mempertemukan mahasiswa dari berbagai latar belakang perguruan tinggi.
NUNI dan pilar kerja sama antarperguruan tinggi
NUNI merupakan jejaring perguruan tinggi yang memiliki beberapa pilar kolaborasi. Pilar tersebut meliputi mobilitas mahasiswa, mobilitas dosen dan tenaga kependidikan, riset dan inovasi, serta reputasi global.
Keempat pilar itu menjadi dasar bagi perguruan tinggi anggota untuk mengembangkan hubungan yang lebih terstruktur. Mobilitas membuka peluang pertukaran pengalaman akademik, sedangkan kerja sama riset dan inovasi memperkuat kapasitas kampus dalam menghasilkan pengetahuan serta solusi yang bermanfaat.
Dalam konteks NUNI 2026, perhatian terhadap riset dan inovasi berkelanjutan menjadi semakin penting karena tantangan masyarakat terus berkembang. Perubahan teknologi baru, persoalan kesehatan, kesenjangan sosial, dan kebutuhan pembangunan yang lebih ramah lingkungan memerlukan respons akademik yang relevan.
Jejaring antarkampus juga dapat menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan, sumber daya, dan pengalaman dari berbagai institusi. Namun, arah utama yang didorong dalam forum tetap pada pemanfaatan kolaborasi tersebut untuk menjawab persoalan masyarakat dan memperkuat kualitas pendidikan tinggi.
Memperkuat kontribusi pendidikan tinggi
Pelaksanaan NUNI 2026 di Surabaya menunjukkan upaya perguruan tinggi untuk memperkuat peran bersama dalam agenda pembangunan berkelanjutan. Pembahasan mengenai desa atau kelurahan perkotaan, kehidupan sehat, dan inovasi hijau menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dari arah pengembangan riset.
Riset kolaboratif yang berangkat dari kebutuhan nyata dapat membantu perguruan tinggi menjaga keterkaitan antara kegiatan akademik dan perubahan sosial. Dalam kerangka tersebut, inovasi tidak hanya diukur dari kebaruan gagasan, tetapi juga dari relevansi serta manfaatnya bagi komunitas.
Forum pada 13–14 Oktober 2026 menjadi bagian penting dari rangkaian NUNI karena mempertemukan perwakilan 18 perguruan tinggi anggota. Sementara itu, Student Camp yang melibatkan mahasiswa dari 15 perguruan tinggi memperluas partisipasi dalam agenda jejaring tersebut.
Rangkaian kegiatan di Surabaya ini memperkuat pesan bahwa kerja sama antarperguruan tinggi perlu diarahkan pada tujuan yang berkelanjutan. Melalui riset, inovasi, mobilitas akademik, dan penguatan jejaring, perguruan tinggi diharapkan dapat berkontribusi terhadap solusi atas persoalan sosial, ekonomi, kesehatan, lingkungan, serta dampak teknologi baru.