Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat
Pendidikan Tinggi Islam • Tasikmalaya
Beranda / Berita / Berita Kampus
Berita Kampus

ICAST 2026 di PENS Perkuat Kolaborasi Riset Terapan

STIT Az Zahra Tasikmalaya

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) menjadi tuan rumah International Conference on Applied Science and Technology (ICAST) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 9–10 Oktober 2026 di Surabaya. Konferensi ini mempertemukan peneliti, akademisi, praktisi industri, dan mahasiswa untuk membahas pengembangan sains terapan, inovasi teknologi, keberlanjutan, kecerdasan buatan, serta transformasi sosial.

Berdasarkan keterangan PENS dan Indonesian Society of Applied Science (ISAS), penyelenggaraan tersebut merupakan bagian dari agenda ISAS dan menjadi penyelenggaraan iCAST yang ke-9. Kehadiran berbagai unsur akademik dan industri menempatkan ICAST 2026 sebagai ruang untuk memperluas kerja sama riset sekaligus membahas penerapan hasil penelitian dalam kebutuhan nyata.

Mempertemukan Riset, Pendidikan, dan Kebutuhan Industri

ICAST 2026 PENS tidak hanya berfungsi sebagai forum presentasi karya ilmiah. Konferensi ini juga menjadi sarana untuk mempertemukan gagasan dari perguruan tinggi dengan persoalan yang dihadapi industri dan masyarakat. Arah tersebut sejalan dengan karakter pendidikan vokasi yang menekankan keterkaitan antara pengetahuan, keterampilan, teknologi, dan penerapan.

Penyelenggara menekankan pentingnya riset perguruan tinggi vokasi agar tidak berhenti pada publikasi. Temuan penelitian diharapkan dapat dikembangkan menjadi solusi yang dapat digunakan, diuji, atau diadaptasi untuk mendukung industri dan masyarakat. Karena itu, pembahasan dalam konferensi diarahkan pada inovasi yang memiliki relevansi praktis, bukan hanya pada pengembangan teori.

Bagi mahasiswa, forum seperti ICAST dapat menjadi kesempatan untuk memahami bagaimana penelitian dirancang dan dikaitkan dengan kebutuhan pengguna. Sementara itu, bagi akademisi dan praktisi, konferensi dapat membuka peluang pertukaran pengetahuan serta pembentukan kolaborasi lintas institusi dan negara.

Makalah Mencakup Bidang Engineering dan Social Science

PENS dan ISAS menyampaikan bahwa sekitar 162 makalah pada bidang Engineering Science dan sekitar 70 makalah pada bidang Social Science dinyatakan diterima. Jumlah tersebut menunjukkan cakupan pembahasan ICAST 2026 tidak hanya berfokus pada rekayasa teknologi, tetapi juga mempertimbangkan dimensi sosial dari penerapan ilmu pengetahuan.

Bidang Engineering Science berkaitan dengan pengembangan teknologi dan solusi rekayasa. Adapun bidang Social Science memberi ruang bagi kajian mengenai dampak, penerimaan, dan hubungan teknologi dengan perubahan sosial. Keduanya penting karena inovasi tidak dapat dilepaskan dari konteks pengguna, organisasi, kebijakan, serta kondisi masyarakat.

Dengan mempertemukan kedua bidang tersebut, konferensi dapat mendorong pembahasan yang lebih menyeluruh. Teknologi yang dikembangkan melalui penelitian perlu dipertimbangkan dari sisi manfaat, kesiapan penerapan, keberlanjutan, dan pengaruhnya terhadap kehidupan sosial.

Ruang Lingkup Keilmuan ICAST 2026

Topik yang dibahas dalam ICAST 2026 mencakup sejumlah bidang yang berkaitan erat dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Ruang lingkup tersebut meliputi energi dan aplikasi industri, komputasi dan pemrosesan, robotika dan sistem kendali, serta komunikasi dan penyiaran.

  • Energi dan aplikasi industri, yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi untuk mendukung kebutuhan energi dan proses industri.
  • Komputasi dan pemrosesan, yang mencakup pengembangan sistem komputasi, pengolahan data, serta teknologi kecerdasan buatan.
  • Robotika dan sistem kendali, yang mendukung otomasi, presisi, dan pengendalian berbagai proses.
  • Komunikasi dan penyiaran, yang berhubungan dengan teknologi penyampaian informasi serta perkembangan sistem komunikasi.

Topik-topik tersebut beririsan dengan isu keberlanjutan dan transformasi sosial. Pengembangan energi, sistem komputasi, robotika, maupun komunikasi perlu diarahkan agar mampu menjawab persoalan efisiensi, akses, produktivitas, dan perubahan cara masyarakat beraktivitas.

Melibatkan Mitra dari Berbagai Negara

ICAST 2026 juga melibatkan peserta atau mitra akademik dari sejumlah negara. Pihak yang disebut antara lain berasal dari Arab Saudi, Jepang, Amerika Serikat, Taiwan, Filipina, dan Malaysia. Keterlibatan internasional tersebut memperluas perspektif dalam pembahasan riset terapan dan membuka ruang pertukaran pengalaman antarperguruan tinggi.

Kolaborasi lintas negara dapat membantu peneliti membandingkan pendekatan terhadap persoalan teknologi dan sosial yang berbeda. Kerja sama semacam ini juga berpotensi mempertemukan kompetensi, fasilitas, serta pengalaman penelitian dari berbagai lingkungan akademik dan industri. Namun, nilai utama kolaborasi tetap berada pada kemampuan menghasilkan pengetahuan dan solusi yang relevan bagi kebutuhan masing-masing masyarakat.

Selain mitra internasional, konferensi menghadirkan pembicara dari Musashino University Jepang, Politeknik Negeri Bandung, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Keterlibatan pembicara dari institusi dengan latar belakang berbeda memperkaya pembahasan mengenai riset, pendidikan teknologi, dan penerapan inovasi.

Relevansi bagi Perguruan Tinggi Vokasi

Penyelenggaraan ICAST 2026 di PENS relevan dengan upaya memperkuat posisi perguruan tinggi vokasi sebagai penghasil solusi berbasis penelitian. Perguruan tinggi vokasi memiliki kedekatan dengan kebutuhan kompetensi dan teknologi di lapangan. Oleh sebab itu, riset yang dikembangkan perlu mempertimbangkan proses penerapan, kesiapan pengguna, serta manfaat yang dapat diukur.

Forum konferensi dapat menjadi tahap awal untuk memperkenalkan hasil penelitian kepada calon mitra. Dari diskusi ilmiah, peneliti dapat memperoleh masukan mengenai desain teknologi, pengujian, model implementasi, dan kemungkinan pengembangan lebih lanjut. Bagi industri, forum semacam ini dapat menjadi ruang untuk mengenali gagasan akademik yang berpotensi menjawab kebutuhan operasional atau pengembangan produk.

Mahasiswa juga memiliki posisi penting dalam ekosistem tersebut. Keterlibatan mereka dalam riset dan forum ilmiah dapat membangun kemampuan analitis, komunikasi akademik, dan pemahaman terhadap persoalan nyata. Pengalaman itu mendukung terbentuknya lulusan yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghubungkan pengetahuan dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.

Mendorong Inovasi yang Berdampak

Melalui tema dan bidang keilmuan yang dibahas, ICAST 2026 menempatkan inovasi teknologi dalam konteks yang lebih luas. Kecerdasan buatan, robotika, komputasi, energi, dan komunikasi dapat memberi manfaat apabila dikembangkan dengan mempertimbangkan keberlanjutan serta dampak sosialnya.

Konferensi yang berlangsung pada 9–10 Oktober 2026 tersebut diharapkan memperkuat dialog antara peneliti, akademisi, industri, dan mahasiswa. Bagi ekosistem pendidikan tinggi, dialog ini penting untuk memastikan bahwa penelitian terus bergerak dari gagasan menuju penerapan. Bagi masyarakat, arah tersebut membuka peluang hadirnya solusi yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan tantangan di lapangan.

Dengan menjadi tuan rumah ICAST 2026, PENS berperan dalam mempertemukan jejaring riset nasional dan internasional di bidang sains terapan dan teknologi. Agenda ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi sebagai dasar untuk mengembangkan inovasi yang dapat digunakan oleh industri serta memberikan manfaat bagi masyarakat.