Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat
Pendidikan Tinggi Islam • Tasikmalaya
Beranda / Berita / Berita Kampus
Berita Kampus

Pesparawi Mahasiswa Nasional XVIII 2026 Digelar di Untar

STIT Az Zahra Tasikmalaya

Pesparawi Mahasiswa Nasional 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20–23 Oktober 2026 di Universitas Tarumanagara, Jakarta. Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Mahasiswa Tingkat Nasional XVIII Tahun 2026 tersebut akan mempertemukan delegasi dari 25 perguruan tinggi yang dinyatakan lolos ke tahap nasional.

Penyelenggaraan kegiatan berada dalam koordinasi Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Universitas Tarumanagara ditetapkan sebagai tuan rumah untuk pelaksanaan ajang yang menjadi bagian dari pembinaan talenta mahasiswa di bidang seni paduan suara gerejawi.

Jadwal resmi berlangsung pada 20–23 Oktober 2026

Berdasarkan pengumuman dan pemberitahuan perubahan jadwal yang diterbitkan Belmawa, rangkaian Pesparawi Mahasiswa Nasional XVIII Tahun 2026 berlangsung selama empat hari, yaitu 20 hingga 23 Oktober 2026. Jadwal tersebut menjadi acuan resmi penyelenggaraan tingkat nasional.

Sejumlah laporan dari lingkungan perguruan tinggi menyebut rentang 21–23 Oktober. Namun, informasi tersebut tidak menggantikan jadwal resmi kementerian yang mencantumkan kegiatan pada 20–23 Oktober 2026. Karena itu, rincian acara harian sebaiknya menunggu informasi resmi dari panitia dan pihak penyelenggara.

Dengan demikian, artikel ini membedakan antara waktu publikasi informasi dan waktu pelaksanaan kegiatan. Pesparawi Mahasiswa Nasional XVIII Tahun 2026 merupakan agenda yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026, bukan kegiatan yang telah selesai dilaksanakan.

25 perguruan tinggi mengikuti tahap nasional

Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan menetapkan 25 perguruan tinggi sebagai peserta final setelah melalui proses seleksi. Peserta berasal dari berbagai wilayah Indonesia, sehingga ajang ini mempertemukan mahasiswa dengan latar belakang daerah dan lingkungan akademik yang beragam.

Beberapa perguruan tinggi yang tercantum sebagai peserta antara lain Universitas Cenderawasih, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Makassar, Universitas Sumatera Utara, Universitas Tadulako, Universitas Pattimura, Universitas Telkom, dan Universitas Timor.

Keikutsertaan perguruan tinggi dari berbagai kawasan menunjukkan cakupan nasional kegiatan tersebut. Setiap kampus membawa talenta mahasiswa di bidang paduan suara gerejawi untuk mengikuti tahapan yang disiapkan pada tingkat nasional.

  • Universitas Cenderawasih;
  • Universitas Diponegoro;
  • Universitas Negeri Makassar;
  • Universitas Sumatera Utara;
  • Universitas Tadulako;
  • Universitas Pattimura;
  • Universitas Telkom; dan
  • Universitas Timor.

Menjadi ruang pengembangan talenta mahasiswa

Pesparawi Mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan penampilan seni paduan suara. Kegiatan ini menjadi wadah pengembangan talenta mahasiswa melalui proses berkesenian yang menuntut latihan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama.

Dalam kelompok paduan suara, mahasiswa belajar menyatukan suara, mengikuti arahan, menjaga konsistensi latihan, serta membangun keselarasan dengan anggota lain. Proses tersebut berkaitan dengan pembentukan karakter dan kepemimpinan yang dapat berkembang melalui pengalaman berorganisasi dan berkompetisi secara sehat.

Ajang ini juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas. Paduan suara gerejawi memerlukan kemampuan artistik, kepekaan musikal, serta kolaborasi antarpeserta. Nilai-nilai tersebut menjadikan Pesparawi Mahasiswa sebagai bagian dari pembinaan mahasiswa di luar kegiatan akademik di ruang kelas.

Peran kampus dalam persiapan peserta

Dengan ditetapkannya 25 perguruan tinggi sebagai peserta final, setiap kampus memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan delegasi masing-masing. Persiapan tersebut berkaitan dengan pengembangan kemampuan paduan suara dan kesiapan mahasiswa mengikuti agenda nasional.

Lingkungan perguruan tinggi berperan penting dalam mendukung mahasiswa yang terlibat. Dukungan kampus dapat menjadi bagian dari proses pembinaan talenta, terutama karena Pesparawi menggabungkan unsur seni, kerja tim, kedisiplinan, dan representasi institusi.

Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam kegiatan tingkat nasional menjadi pengalaman untuk berinteraksi dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi. Pertemuan tersebut dapat memperluas pengalaman berkesenian sekaligus memperkuat semangat kolaborasi di lingkungan pendidikan tinggi.

Universitas Tarumanagara menjadi pusat pertemuan nasional

Penetapan Universitas Tarumanagara sebagai tuan rumah menempatkan kampus tersebut sebagai pusat penyelenggaraan Pesparawi Mahasiswa Nasional XVIII Tahun 2026. Jakarta akan menjadi lokasi pertemuan delegasi dari berbagai wilayah Indonesia selama jadwal kegiatan berlangsung.

Sebagai tuan rumah, Universitas Tarumanagara menjadi bagian penting dari pelaksanaan agenda nasional yang dikoordinasikan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan. Informasi mengenai rincian teknis, susunan acara harian, dan ketentuan pelaksanaan tetap perlu merujuk pada pemberitahuan resmi penyelenggara.

Menanti informasi teknis penyelenggaraan

Informasi yang telah terverifikasi saat ini mencakup nama kegiatan, waktu pelaksanaan, lokasi, jumlah peserta, serta koordinasi penyelenggara. Adapun rincian mengenai jadwal penampilan, mekanisme penilaian, agenda pembukaan, dan kegiatan harian belum dicantumkan dalam informasi yang tersedia.

Publik dan sivitas akademika dapat menggunakan jadwal 20–23 Oktober 2026 sebagai informasi utama mengenai pelaksanaan Pesparawi Mahasiswa Nasional XVIII. Pembaruan berikutnya mengenai teknis acara diharapkan disampaikan melalui kanal resmi Belmawa, panitia, atau perguruan tinggi peserta.

Pesparawi Mahasiswa Nasional XVIII Tahun 2026 memperlihatkan pentingnya ruang pengembangan seni bagi mahasiswa. Dengan melibatkan 25 perguruan tinggi, kegiatan ini diharapkan menjadi pertemuan nasional bagi talenta paduan suara gerejawi sekaligus mendukung pembentukan karakter, kepemimpinan, kreativitas, disiplin, dan kolaborasi mahasiswa.