Sebanyak 27 kelompok mahasiswa Politeknik Negeri Subang (POLSUB) memamerkan produk dan jasa dalam rangkaian Kejuaraan Daerah Federasi Olahraga Baris Berbaris (Kejurda FORBASI) Jawa Barat. Pameran bisnis mahasiswa POLSUB tersebut berlangsung di Kampus Cibogo, Kabupaten Subang, pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa peserta Program Wirausaha Mahasiswa (PMW) untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk kepada peserta lomba dan pengunjung kegiatan. Informasi mengenai pameran tersebut diberitakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi pada 18 Oktober 2026, sehari setelah acara berlangsung.
Pameran Menghadirkan Produk Lintas Bidang
Ke-27 kelompok yang mengikuti pameran berasal dari sejumlah jurusan di POLSUB. Bidang yang terlibat meliputi Pertanian, Kesehatan, Teknik Mesin, serta Teknologi Informasi dan Komputer. Keragaman latar belakang tersebut tercermin dari jenis produk dan layanan yang ditampilkan di stan mahasiswa.
Produk yang dipamerkan mencakup pangan fungsional, produk kesehatan dan kecantikan berbahan limbah nanas, serta kerajinan ramah lingkungan. Selain itu, mahasiswa memperkenalkan inovasi teknologi berupa smart aquaponic farming dan kegiatan budidaya maggot black soldier fly (BSF).
Beberapa kelompok lainnya menawarkan layanan di bidang jasa, yaitu layanan wisata dan keperawatan di rumah. Kehadiran produk barang dan jasa dalam satu kegiatan menunjukkan cakupan usaha mahasiswa yang tidak hanya berfokus pada produk konsumsi, tetapi juga teknologi, pemanfaatan sumber daya, serta layanan kepada masyarakat.
Berlangsung Bersamaan dengan Kejurda FORBASI
Pameran ditempatkan dalam rangkaian pelaksanaan Lomba Olahraga Baris Berbaris (LOBB) Kejurda FORBASI Jawa Barat. Dengan berlangsungnya kegiatan pada lokasi dan waktu yang sama, stan mahasiswa dapat diakses oleh peserta lomba maupun pengunjung yang datang ke Kampus Cibogo.
Dalam konteks kegiatan kewirausahaan mahasiswa, pameran tersebut berfungsi sebagai sarana untuk mempertemukan kelompok usaha dengan calon pengguna produk atau jasa. Mahasiswa memiliki kesempatan untuk menjelaskan konsep usaha, memperlihatkan hasil produk, serta menawarkan layanan secara langsung. Namun, informasi yang tersedia belum memuat data penjualan, jumlah transaksi, atau capaian komersial setiap kelompok.
Karena itu, pameran ini dapat dipahami sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pengenalan usaha, bukan sebagai bukti keberhasilan bisnis dalam jangka panjang. Dampak lanjutan terhadap perkembangan usaha mahasiswa juga belum dapat disimpulkan dari kegiatan satu hari tersebut.
Dukungan PMW bagi Mahasiswa
Program Wirausaha Mahasiswa POLSUB difasilitasi oleh Unit Penunjang Akademik Pengembangan Karier dan Kewirausahaan. Melalui program ini, mahasiswa yang dinyatakan lolos seleksi proposal mendapatkan dukungan untuk menjalankan gagasan usaha yang telah diajukan.
Dukungan tersebut meliputi bantuan modal usaha, pendampingan dari dosen, serta fasilitas pameran. Besaran bantuan modal disesuaikan dengan jenis usaha yang dijalankan masing-masing kelompok. Mekanisme seleksi proposal menjadi tahap awal untuk menentukan mahasiswa yang memperoleh dukungan program.
Pendampingan dosen memberikan unsur pembinaan dalam pelaksanaan usaha. Sementara itu, fasilitas pameran membantu mahasiswa memperoleh pengalaman dalam memperkenalkan produk atau jasa kepada khalayak di luar lingkungan perkuliahan. Rangkaian dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya kampus menghubungkan pembelajaran dengan praktik kewirausahaan.
Pengalaman Mengelola Usaha
Keikutsertaan dalam PMW dirancang untuk memberi pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam mengelola usaha. Pengalaman tersebut mencakup proses mengembangkan gagasan, menyiapkan produk atau layanan, serta memperkenalkannya melalui kegiatan pameran.
Bagi mahasiswa dari berbagai jurusan, kegiatan semacam ini juga membuka ruang untuk menerapkan pengetahuan sesuai bidang masing-masing. Mahasiswa pertanian dapat mengembangkan usaha yang berkaitan dengan pangan, aquaponik, atau budidaya. Mahasiswa kesehatan dapat menghadirkan produk kesehatan maupun layanan keperawatan. Sementara itu, mahasiswa teknik dan teknologi informasi dapat berkontribusi melalui pengembangan teknologi serta solusi yang mendukung kegiatan usaha.
Meski demikian, bentuk kontribusi setiap kelompok dan proses pengembangan masing-masing produk tidak dijelaskan secara rinci dalam informasi kegiatan. Oleh sebab itu, penilaian terhadap kualitas produk, prospek pasar, maupun keberlanjutan setiap usaha masih memerlukan informasi tambahan.
Bekal Menghadapi Dunia Kerja
Program kewirausahaan tersebut diarahkan untuk memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja atau merintis lapangan pekerjaan. Pengalaman menjalankan usaha dapat menjadi pelengkap bagi kompetensi akademik yang diperoleh di bangku kuliah.
Melalui kegiatan pameran, mahasiswa berhadapan langsung dengan kebutuhan untuk menyampaikan nilai produk, mengenali respons pengunjung, dan mengelola stan. Aspek-aspek tersebut merupakan bagian dari pengalaman praktis yang tidak hanya berkaitan dengan proses produksi, tetapi juga dengan komunikasi dan pengenalan pasar.
Pameran 27 kelompok bisnis mahasiswa POLSUB di Kampus Cibogo memperlihatkan upaya kampus menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk menguji dan memperkenalkan gagasan usaha. Keberlanjutan usaha, perkembangan produk, dan dampak program terhadap kesiapan lulusan perlu dilihat melalui pemantauan serta laporan lanjutan dari pihak terkait.