JAKARTA – Youth AI Policy Lab 2026 akan membekali mahasiswa dengan pemahaman mengenai tata kelola dan etika kecerdasan buatan (AI), penerapan AI di dunia industri, serta kesiapan menghadapi perubahan dunia kerja. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 30 September 2026, secara luring di Universitas Bio Scientia Internasional Indonesia, Jakarta Timur.
Program tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III bersama Artificial Intelligence Youth Community (AYC) Indonesia. Pesertanya ditujukan bagi mahasiswa lintas disiplin dari perguruan tinggi di lingkungan LLDikti Wilayah III. Berdasarkan informasi penyelenggara, kuota awal kegiatan dibatasi untuk 100 pendaftar pertama.
Youth AI Policy Lab 2026 mengangkat tema “Human-Centric AI Governance, Industry Implementation, and Future Workforce Readiness”. Tema ini menempatkan mahasiswa sebagai kelompok yang perlu memahami AI secara lebih luas, bukan hanya dari sisi penggunaan teknologi, tetapi juga dari aspek manusia, kebijakan, etika, dan kebutuhan kompetensi di dunia kerja.
Memperluas literasi AI mahasiswa
Perkembangan kecerdasan buatan membuat literasi AI menjadi bagian penting dalam pendidikan tinggi. Mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan berhadapan dengan teknologi yang dapat memengaruhi cara belajar, bekerja, mengambil keputusan, dan mengembangkan layanan. Karena itu, pemahaman terhadap AI tidak cukup berhenti pada kemampuan menggunakan perangkat atau aplikasi.
Melalui Youth AI Policy Lab 2026, mahasiswa diarahkan untuk mengenali isu-isu yang menyertai pengembangan dan penerapan AI. Tata kelola yang berpusat pada manusia menekankan pentingnya mempertimbangkan kepentingan, keamanan, tanggung jawab, dan dampak teknologi terhadap masyarakat. Sementara itu, pembahasan etika membantu mahasiswa melihat bahwa penerapan AI juga berkaitan dengan proses pengambilan keputusan dan konsekuensi sosialnya.
Perspektif lintas disiplin menjadi bagian penting dari agenda tersebut. AI tidak hanya berkaitan dengan bidang komputasi atau teknologi informasi. Penerapannya juga berhubungan dengan pendidikan, bisnis, administrasi, kebijakan publik, komunikasi, serta berbagai bidang profesional lain. Keterlibatan mahasiswa dari latar belakang yang beragam dapat membantu memperkaya cara melihat peluang dan tantangan AI.
Rangkaian agenda Youth AI Policy Lab 2026
Rangkaian acara dirancang dalam beberapa format yang saling melengkapi. Peserta akan mengikuti sesi Keynote dan Youth Town Hall, forum Youth Policy Lab berbentuk diskusi kelompok, serta Applied AI Skill Bootcamp.
Keynote dan Youth Town Hall
Keynote dan Youth Town Hall menjadi bagian awal yang memperkenalkan isu utama dalam kegiatan. Sesi ini berkaitan dengan tata kelola AI yang berpusat pada manusia, penerapan AI di industri, dan kesiapan tenaga kerja masa depan. Format tersebut memberi ruang untuk membahas posisi mahasiswa dalam menghadapi perubahan teknologi dan kebutuhan kompetensi yang terus berkembang.
Melalui pembahasan mengenai kebijakan dan penerapan industri, peserta dapat melihat hubungan antara keputusan teknologi, kebutuhan organisasi, serta kepentingan masyarakat. Namun, informasi yang tersedia mengenai kegiatan ini belum memuat laporan pelaksanaan atau hasil akhir diskusi. Oleh sebab itu, agenda tersebut dipahami sebagai ruang pembekalan dan pertukaran gagasan, bukan sebagai forum yang hasil atau rekomendasinya sudah dapat disimpulkan.
Youth Policy Lab
Youth Policy Lab dilaksanakan dalam bentuk forum diskusi kelompok. Format ini menempatkan mahasiswa sebagai peserta aktif dalam membahas isu tata kelola AI. Diskusi kelompok memungkinkan peserta mengeksplorasi persoalan secara lebih terarah dan menghubungkannya dengan pengalaman akademik maupun kebutuhan masyarakat.
Topik tata kelola AI memiliki cakupan yang luas. Di dalamnya terdapat pertanyaan mengenai bagaimana teknologi digunakan secara bertanggung jawab, bagaimana kepentingan manusia dipertimbangkan, dan bagaimana penerapan AI dapat diarahkan agar sesuai dengan kebutuhan publik serta dunia industri. Bagi mahasiswa, pemahaman ini dapat menjadi dasar untuk menilai penggunaan AI secara kritis di lingkungan kampus maupun profesional.
Applied AI Skill Bootcamp
Selain diskusi kebijakan dan etika, kegiatan ini juga mencakup Applied AI Skill Bootcamp. Sesi tersebut berfokus pada sisi keterampilan terapan yang berkaitan dengan penggunaan AI. Kehadirannya melengkapi agenda yang membahas tata kelola, sehingga peserta tidak hanya diajak memahami prinsip dan tantangan AI, tetapi juga mengenal relevansinya terhadap kompetensi kerja.
Penempatan bootcamp dalam rangkaian acara menunjukkan adanya hubungan antara literasi kebijakan dan kesiapan praktis. Mahasiswa perlu memahami konteks penggunaan teknologi sekaligus mempersiapkan kemampuan yang relevan dengan perubahan pekerjaan. Meski demikian, informasi yang tersedia belum merinci materi teknis, metode pelatihan, atau bentuk evaluasi dalam bootcamp tersebut.
Relevansi bagi kesiapan dunia kerja
Tema kesiapan tenaga kerja masa depan menjadi salah satu fokus utama Youth AI Policy Lab 2026. Perubahan teknologi dapat memengaruhi jenis pekerjaan, cara organisasi beroperasi, dan kompetensi yang dibutuhkan. Dalam situasi tersebut, mahasiswa perlu mengembangkan pemahaman yang menggabungkan kemampuan teknis dengan penalaran etis dan kesadaran terhadap dampak sosial.
Kesiapan kerja dalam konteks AI tidak hanya berarti mampu menggunakan alat berbasis kecerdasan buatan. Mahasiswa juga perlu memahami kapan teknologi dapat digunakan, apa batasannya, serta bagaimana keputusan yang melibatkan AI harus dipertanggungjawabkan. Pengetahuan mengenai tata kelola dan etika menjadi pelengkap bagi keterampilan praktis yang dipelajari melalui pendidikan tinggi.
Topik ini juga relevan bagi perguruan tinggi karena pendidikan AI perlu dikaitkan dengan kebutuhan masyarakat dan industri. Mahasiswa dari berbagai program studi dapat menghadapi bentuk penerapan AI yang berbeda sesuai bidangnya. Dengan demikian, forum lintas disiplin seperti Youth AI Policy Lab dapat menjadi ruang untuk mempertemukan perspektif teknologi, kebijakan, etika, dan pekerjaan.
Informasi peserta dan pelaksanaan
Youth AI Policy Lab 2026 ditujukan bagi mahasiswa perguruan tinggi di lingkungan LLDikti Wilayah III. Kegiatan akan dilaksanakan secara luring di Universitas Bio Scientia Internasional Indonesia, Jakarta Timur, pada 30 September 2026. Penyelenggara mengumumkan kuota awal sebanyak 100 pendaftar pertama.
Informasi tersebut menjadi penting bagi mahasiswa yang ingin mengikuti agenda literasi AI dengan cakupan yang lebih luas. Sebelum mendaftar, calon peserta perlu memperhatikan ketentuan resmi yang ditetapkan penyelenggara, termasuk persyaratan peserta dan mekanisme pendaftaran. Detail tambahan mengenai hasil diskusi, rekomendasi kebijakan, atau tindak lanjut kegiatan belum tersedia dalam informasi yang diumumkan.
Dengan fokus pada tata kelola AI yang berpusat pada manusia, implementasi industri, dan kesiapan tenaga kerja, Youth AI Policy Lab 2026 menghadirkan agenda yang menghubungkan literasi teknologi dengan kebutuhan mahasiswa. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk memahami AI secara lebih bertanggung jawab, kontekstual, dan relevan dengan perkembangan dunia kerja.